Malang Raya Terapkan PSBB pada 17 Mei, Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Minta Penjagaan Perbatasan Diperketat

Malang Raya Terapkan PSBB pada 17 Mei, Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Minta Penjagaan Perbatasan Diperketat

Blitar – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Malang akhirnya diterapkan pada Minggu, 17 Mei 2020. Kabupaten Blitar menjadi salah satu daerah tetangga diminta juga ikut melakukan antisipasi.

Hal tersebut membuat Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Panoto angkat bicara, Ia meminta agar Pemkab Blitar dalam melalui Dinas Perhubungan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memperketat penjagaan di perbatasan. Ada beberapa titik yang perlu diperketat, seperti di Krisik Kecamatan Gandusari, Kecamatan Kademangan, serta Kecamatan Wlingi.

Menurutnya, khusus di daerah Krisik Kecamatan Gandusari harus segera melakukan koordinasi efektif dengan Kecamatan Wlingi, karena daerah tersebut merupakan pusat keluar masuknya pedagang luar kota, utamanya dari Malang, Batu, dan Pujon.

” Dengan adanya PSBB di wilayah Malang Raya, saya berharap,Dinas Perhubungan dapat memperketat penjagaan di wilayah yang menjadi pusat kekuar masuknya pedagang dari wilayah Malang Raya, seperti Krisik Kecamatan Gandusari, Kecamatan Kademangan, serta Kecamatan Wlingi.” Tutur Panoto

Sebelumnya, Komisi III di bagi menjadi dua kelompok dan lakukan pemantauan di Check Point yang tersebar di tiga wilayah Kabupaten Blitar pada jumat lalu. Dari hadil pantauan tersebut, check point sudah efektif dan diharapkan bisa menekan penyebaran Covid 19 di Kabupaten Blitar.

Perlu diketahui, saat ini Pemkab Blitar sudah mendirikan tujuh chek poin, termasuk diwilayah perbatasan dengan Malang. Chek poin diperbatasan dilakukan sebanyak tiga kali sehari, yakni pagi, sore, dan malam. (Adm)

administrator

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *